Sobat baru saja meluncurkan bisnis terbaru. Salah satu hal yang sobat butuhkan adalah membuat bisnis yang baru diluncurkan ini dikenal oleh banyak orang. Media pitch adalah strategi yang perlu sobat lakukan.

Apa itu media pitch

Pada dasarnya, media pitch dilakukan agar jurnalis bersedia untuk meliput brand atau event yang kita lakukan. sobat perlu mengirimkan pitch letter yang terdapat gambaran singkat atau teaser dari brand atau event Anda. Oh ya, media pitch ini perlu dikemas semenarik mungkin agar jurnalis yang dihubungi tertarik untuk meliput.

 

Ada beberapa strategi yang perlu dilakukan agar media pitch sukses

Setelah membuat media pitch, langkah yang perlu ditempuh adalah mulai menghubungi awak media. Sobat tentunya ingin banyak media yang meliput, sehingga sobat menghubungi beberapa media. Hal ini tentunya boleh dilakukan, namun kirimkan media pitch secara personal.

Dengan demikian, sobat tidak mengirimkan email media pitch sekaligus untuk beberapa media, melainkan secara satu per satu. Perhatikanlah media pitch yang dikirim, buatlah masing-masing email terasa personal.

 

Hal-hal yang perlu dihindari agar media pitch sukses

Selain itu, ada hal yang perlu sobat hindari dalam melakukan media pitch. Ada 3 poin penting yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya.

Keliru dalam berbasa-basi

Berbasa-basi itu ada caranya tersendiri, lho. Tak terkecuali berbasa-basi untuk media pitch.

Beberapa pihak berusaha menarik minat jurnalis dengan menyatakan bahwa mereka menyukai artikel yang pernah ditulis jurnalis tersebut.

“Saya menyukai artikel sobat yang berjudul [artikel yang baru terbit kemarin]”.

Ini tidak salah, namun akan menarik lagi jika sobat melakukan riset yang lebih dalam mengenai pihak yang sobat hubungi. Cari tahu apakah jurnalis tersebut memiliki topic interest yang sejalan dengan brand atau event sobat. Temukan artikel yang sekiranya sesuai dengan brand.

Misalnya saja, sobat meluncurkan bisnis wadah makanan ramah lingkungan. Carilah jurnalis yang pernah membuat tulisan dari isu tersebut. Kemudian, sobat bisa mengatakan bahwa sobat tertarik dengan artikel tersebut dan bisnis sobat menawarkan inovasi atas isu lingkungan tersebut. Dengan demikian, jurnalis akan lebih tertarik untuk meliput.

Menulis pembuka dengan bahasa yang kurang menarik

Bahasa formal yang santun memang baik, namun jangan sampai email formal yang sobat tulis terlalu kaku. Email seperti itu terkesan membosankan.

Tugas sobat adalah membuat reporter tertarik dengan cepat. Biasanya, mereka menerima banyak email di inbox. Bayangkan jika email sobat tidak menarik perhatian, bisa-bisa luput tak terbaca.

Lakukanlah riset, temukan media sosial sang reporter, misalnya saja Twitter. Perhatikan bagaimana ia berkomunikasi dan ikutilah gaya komunikasi reporter tersebut. Dengan demikian, sobat tidak menulis pembuka yang membosankan!

Menyertakan lampiran

Lampiran bisa jadi problematik. File-file lampiran bisa membuat email yang sobat kirimkan jadi berukuran besar. Seringkali, email yang berukuran besar malah terkirim menjadi spam.

Daripada menyertakan lampiran, siapkan saja informasi yang ingin sobat berikan dalam bentuk postingan blog. Kemudian, sertakan pada email link atau tautan ke postingan tersebut. Pokoknya, hanya kirimkan lampiran jika diminta!

 

 

Salam sukses senantiasa :)

Sahabat @Wanandi Go